Cari Blog Ini

Minggu, 02 Juli 2017

Dalam Seminggu Ini Terjadi 3 Teror Untuk Polisi. UU Terorisme Harus Segera Diselesaikan!


Lebaran kali ini cukup angker bagi kepolisian. Tercatat dalam satu minggu terakhir terdapat 3 aksi teror kepada polisi dimana salah satunya ada anggota polisi yang tewas.
Teror pertama terjadi di Mapolda Sumatera Utara tepat di Hari Raya Idul Fitri pada 25 Juni 2017. Satu prajurit, Aiptu Martua Sigalingging, gugur ditikam pelaku yang berjumlah dua orang. Tak hanya menikam, usai tahu Aiptu Martua sudah tak bernyawa, mereka membakar Pos Polisi beserta Aiptu Martua di dalamnya.
“Luka tusukan di tubuhnya di dada di leher di lengan bertubi-tubi. Dan leher dalam kondisi tergorok. Jadi bukan hanya tusukan saja, tapi memang leher dalam kondisi tergorok, ada luka melintang dari kiri ke kanan atau sebaliknya,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto
Para pelaku teror ini sungguh tidak pantas berada di Indonesia. Islam Indonesia itu Islam yang damai dan tidak mengenal perperangan. Kalau ingin mencari masalah silahkan pergi ke wilayah Timur Tengah saja. Orang Indonesia itu cinta damai.
Polisi Diteror, Masyarakat Tetap Mendukung Kepolisian
Belum berselang lama terjadi lagi aksi teror kedua. Pada hari senin (26/6) secarik kertas diterima Satuan Lantas Polres Serang, Banten. Tulisan dalam kertas tersebut ‘Siapkan dirimu polisi thogut, kami akan datang setelah Marawi, Filipina, selanjutnya adalah Indonesia’.
Kalimat lainnya yakni ‘Kami berbaiat pada Abu Bakar Al-Baghdadi, bukan Jokowi. Kami bukan anti NKRI, tapi kami jijik dengan berhala yang disebut demokrasi’. Selain kalimat pernyataan, terdapat juga daftar beberapa tempat yang ditulis sebagai target teror.



Kalau dilihat dari isinya maka pelaku teror yang satu ini merupaka simpatisan ISIS dari Filipina. Aksi Jokowi yang menawarkan bantuan TNI untuk menumpas ISIS di Filipina sungguh tepat. Jangan sampai para teroris ini menginjakkan kaki di Indonesia.
Teroris itu datangnya diam-diam, bila tidak dicegah atau ditumpas sejak awal maka akan sulit diberantas. Jangan sampai Indonesia menjadi Timur Tengah. Islam kita dikenal sebagai Islam yang toleran, bukan Islam kekerasan.
Teror ketiga terjadi pada Jumat (30/6) malam, tepat sehari sebelum HUT Polri ke-71. Dua anggota Brimob yaitu AKP Dede Suhatmi dan Briptu Syaiful B jadi korban penusukan oleh seoarang pria.
Penusukan terjadi usai salat Isya berjamaah di Masjid Falatehan, Jalan Palatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Masjid tersebut hanya berjarak sekitar 450 meter dari Mabes Polri.
Kedua anggota Brimob tersebut mengalami luka di bagian wajah dan leher. Saat ini keduanya masih menjalani perawatan di RS Polri Kramatjati. Sementara itu pelaku berhasil ditembak mati. Ditemukan KTP atas nama M di dekat jenazah pelaku, namun Polisi menduga KTP tersebut palsu.
“Setelah itu pelaku mengancam semua jemaah yang sedang salat dengan mengacungkan sangkur sambil meneriakkan thogut,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto
“Namun pelaku berbalik arah menantang dengan meneriakkan Allahu Akbar sambil mengacungkan pisau. Lalu anggota Brimob melumpuhkan pelaku di tempat,” ucapnya.
Otak Pelaku?
Aksi teror bertubi-tubi ini pasti memiliki dalang. Tidak mungkin aksi tersebut terjadi dalam waktu yang sangat dekat dan semuanya menargetkan kepolisian. Untung saja aksi tersebut tidak memakai senjata api atau bahan peledak. Kalau senjata semacam ini dipakai, maka korban yang jatuh pasti lebih banyak.
Bisa saja kelompok ISIS mulai ‘mencoba-coba’ melakukan aksi teror di Indonesia. Indonesia diuntungkan dengan regulasi senjata api yang ketat dan masyarakat yang sangat anti terorisme.
Banyak teroris yang ditolak dikubur di kampung halaman mereka. Para teroris dibujuk dengan janji surga, eh dikubur saja ditolak masyarakat. Teroris tidak akan masuk surga, hal itu sudah pasti. Mana mungkin membunuh orang tidak bersalah bisa masuk surga?
Kita harap saja UU terorisme segera disahkan dan bantuan TNI ke Filipina bisa terealisasi. Terorisme harus dibasmi, jangan sampai mengakar. Kita juga akan selalu mendukung penuh kepolisian dan pemerintah untuk menumpas terorisme.
Salam damai.

0 komentar:

Posting Komentar