Cari Blog Ini

Info-bendera-putih

Info-bendera-putih

Info-bendera-putih

Info-bendera-putih

Info-bendera-putih

Selasa, 01 Agustus 2017

Perlawanan Perusahaan Teknologi Terhadap Propaganda ISIS

Perlawanan Perusahaan Teknologi Terhadap Propaganda ISIS

tirto.id - Kelompok teroris seperti ISIS diketahui menggunakan teknologi untuk menyebarkan propaganda mereka. Dari mulai layanan pesan instan yang terenkripsi seperti Telegram hingga media sosial seperti Facebook atau Twitter. Setidaknya, terdapat 5 narasi utama ISIS di media sosial yang patut diwaspadai. Pertama, mereka menarasikan ISIS akan membentuk pemerintahan yang baik kelak, yang berlandaskan hukum Syariah. Kedua, ISIS menyebarkan narasi-narasi bahwa militer mereka kuat. Ketiga, ISIS selalu mendengungkan legitimasi religius, mempropagandakan pembentukan kembali kekhalifahan. Keempat, melalui media sosial, ISIS memanggil para muslim untuk ikut serta bersama mereka melakukan jihad. Terakhir, ISIS menarasikan dirinya merupakan korban bersama-sama masyarakat muslim lainnya atas ketidakadilan yang menimpa dunia Islam.

Propaganda ISIS di media sosial sangat masif. Menurut laporan Brooking Institute, pada Desember 2014 terdapat 46.000 akun Twitter yang terafiliasi dengan ISIS. Merujuk J.M. Berger, paling ideal, ISIS menurutnya mengirimkan 200.000 pesan digital propaganda setiap harinya. Pesan propaganda tersebut, disebar baik melalui Twitter, Youtube, Facebook, blog, dan layanan-layanan lainnya.

James B. Comey, yang kala itu masih menjabat direktur FBI mengungkapkan, “jika kamu ingin berbicara dengan teroris, kamu tidak perlu mengirim email pada siapapun [...] kamu hanya perlu mengikuti (follow) teroris tersebut di Twitter, dan kemudian mungkin (kamu) akan memperoleh pesan langsung dari teroris tersebut,” ucapnya pada The New York Times.

Propaganda melalui kanal-kanal yang lazim diisi anak muda yang masih melakukan pencarian jati diri tersebut jelas meresahkan. Tak terkecuali dengan perusahaan-perusahaan teknologi yang layanannya digunakan oleh ISIS untuk kepentingan propaganda mereka.

Salah satu perusahaan teknologi yang resah atas keberadaan ISIS di platform mereka adalah Youtube. Anak usaha milik Google yang menyediakan layanan media sosial berbasis video tersebut, melalui blog resmi perusahaan, mengumumkan bahwa mereka menambah fitur baru di platform video itu untuk membendung pengaruh ISIS dari penggunanya.

Fitur perlawanan balik Youtube terhadap ISIS tersebut bernama Redirect Method. Redirect Method merupakan suatu fitur teknologi yang menjauhkan orang-orang yang mencari konten video ISIS di Youtube. Cara kerjanya, saat seseorang mencari konten video ISIS di Youtube dengan mengetikkan kata kunci di search bar, alih-alih menampilkan konten video yang relevan sesuai kata kunci, pengguna malahan disajikan konten video yang bertentangan dengan propaganda ISIS.

Dalam proses kerjanya, Redirect Method memanfaatkan teknologi penargetan pemirsa dari AdWord, sebuah platform iklan milik Google. Memanfaatkan teknologi dari AdWord itu, Redirect Method bisa memilah pengguna Youtube yang paling rentang terpapar video propaganda dari ISIS dan mengganti tiap kata kunci berhubungan dengan ISIS, dengan konten-konten yang menentang kelompok teroris itu.

Redirect Method, merupakan suatu teknologi yang dikembangkan oleh Jigsaw dari Google dan Moonshot CVE. Kedua-duanya, merupakan startup yang mendedikasikan diri untuk membendung terorisme di dunia maya. Dalam proses ujicoba teknologi Redirect Method di tahun 2016 lalu, di dua bulan pertama, teknologi itu mampu mengalihkan 300.000 pengguna yang hendak mencari konten berbau ISIS ke konten-konten yang anti terhadap ISIS. Pada tahap ujicoba itu, Jigsaw memilih lebih dari 1.700 kata kunci pemicu Redirect Method bekerja dan mengarahkannya ke konten-konten anti-ISIS.

Selepas Redirect Method, rencana lain Youtube membendung konten-konten radikal di platform mereka adalah dengan memanfaatkan machine learning. Sayangnya, rincian penggunaan teknologi canggih itu, belum diungkap oleh Youtube.

Penggunaan Redirect Method, merupakan implementasi lanjutan Youtube dan Google untuk membendung terorisme yang memanfaatkan teknologi mereka. Sebelumnya, Google bekerja sama dengan 50 ahli dari LSM dan 63 organisasi untuk mengkurasi konten-konten radikal yang ada di platform milik mereka. Selain itu, Google pun disebut telah menolak beberapa konten berbau ekstremisme di Youtube untuk memperoleh pendapatan dari video yang diunggah. Diketahui, pengunggah video di Youtube memang bisa menghasilkan uang dari konten mereka.

Selain Youtube dan Google, perusahaan-perusahaan teknologi lain juga berupaya membendung ISIS dari dunia maya. Pada Februari 2016, melalui inisiasi Departemen Kehakiman Amerika Serikat, mereka membentuk sebuah proyek “dream team” bernama Madison Valleywood. Sesuai namanya, Madison Valleywood merupakan tim impian Amerika Serikat membendung ISIS dengan menggandeng perusahaan-perusahaan top dari segmen periklanan (Madison Group), teknologi (Silicon Valley), dan hiburan (Hollywood). Setidaknya, ada 50 perusahaan top yang tergabung di dalam proyek itu. Apple, Facebook, Twitter, Snapchat, dan Buzzfeed, merupakan nama-nama dari dunia teknologi yang terlibat dalam proyek pemerintah Amerika menghalau ISIS.

Secara terpisah, upaya-upaya independen perusahaan teknologi menghalau layanannya digunakan oleh teroris terus dilakukan. Facebook misalnya, platfom media sosial paling populer itu, diketahui telah mengkurasi dan menghapus profil, halaman, atau grup yang terkait organisasi teroris di platfom-nya. “Tidak ada tempat bagi terorisme di Facebook,” ucap Andrew Souvall pada Wired. Souvall menambahkan, “kami bekerja secara agresif untuk memastikan bahwa kami tidak memiliki teroris atau grup peneror yang menggunakan situs kami, dan kami juga menghapus semua konten yang memuji atau mendukung terorisme.”

Selain Facebook, ada pula Twitter yang sejak pertengahan 2015 hingga Agustus 2016 kemarin, tercatat telah menghapus 360.000 akun yang ketahuan melakukan promosi dan dukungan terhadap terorisme. “Pekerjaan kami belumlah usai,” sebut Twitter dikutip dari Newsweek.

Selain nama-nama di atas, Telegram, layanan pesan instan berorientasi privasi, juga diketahui berupaya keras menghalau platformnya digunakan oleh kelompok teroris. Merujuk data yang dipublikasikan kanal ISIS Watch di platform itu, dari awal bulan Juli hingga tanggal 23 kemarin, tercatat telah memblokir 5.397 akun atau kanal yang terkait dengan ISIS.

Perlawanan Perusahaan Teknologi Terhadap Propaganda ISIS


Upaya-upaya tersebut di atas tentunya belum cukup. Apalagi, diketahui bahwa layanan-layanan yang disajikan perusahaan-perusahaan teknologi di atas, memanfaatkan teknologi enkripsi untuk melindungi privasi para penggunanya. Dengan memanfaatkan enkripsi, sangat sulit bagi penegak hukum, untuk melakukan pencegahan terhadap para teroris yang memanfaatkan dunia maya.

Mengutip artikel yang dimuat Time, salah satu upaya yang bisa dilakukan perusahaan teknologi untuk ikut serta menghalau terorisme dari platform mereka adalah dengan membuat backdoor di layanan milik mereka masing-masing.

Backdoor dalam dunia teknologi, merupakan suatu portal yang tidak terdokumentasi. Gunanya, portal itu digunakan administrator untuk memasuki sistem dari layanan atau aplikasi. Baik untuk melakukan pemeliharaan layanan atau aplikasi, maupun guna memecahkan masalah tertentu. Secara sederhana, backdoor merupakan jalan pintas administrator, untuk menembus sistem yang mereka buat, tanpa perlu repot-repot meretas sistem itu.

Tentu, membuka backdoor akan menimbulkan masalah serius pada layanan atau aplikasi. Membuka backdoor artinya sama dengan membuat percuma teknologi enkripsi yang dipasang dalam sistem itu. Kasus terkenal tentang backdoor adalah kasus iPhone di San bernardino. FBI, meminta Apple membuat backdoor untuk membuka iPhone milik seorang tersangka kasus pembunuhan menggunakan sejata api yang menewaskan 14 orang di San bernardino bernama Syed Farook. FBI, dikatakan kewalahan dan menyerah terhadap enkripsi di iPhone milik tersangka. Padahal, data-data di dalam iPhone itu, akan digunakan pihak FBI membongkar kasus tersebut secara keseluruhan.

Meskipun bertujuan untuk mengungkap kejahatan, Apple dengan tegas menolak permintaan tersebut. Membuatkan backdoor pada iPhone, sama artinya dengan membongkar atap rumah saat hujan deras tiba. Enkripsi yang mempu melindungi informasi penggunanya, seketika akan percuma apabila Apple mengiyakan permintaan FBI.

Tetapi jelas, dalam konteks terorisme, tanpa kehadiran backdoor, sulit bagi pihak-pihak yang berkepentingan membasmi terorisme dengan layanan atau aplikasi yang dari ujung ke ujung, telah dilengkapi teknologi enkripsi.

Maka demikian, memang sudah sepantasnya para perusahaan-perusahaan teknologi, beserta pihak terkait, memikirkan cara-cara untuk menumpas terorisme memanfaatkan teknologi mereka.
 

ARTIKEL KEHIDUPAN TOLERANSI DI INDONESIA

A.Pengertian toleransi
Dalam bahasa Arab, istilah yang lazim dipergunakan sebagai padanan kata toleransi adalah samanah atau tasamuh, maka kata ini berkembang dan mempunyai arti sikap lapang dada atau terbuka dalam menghadapi perbedaan yang bersumber dari kepribadian yang mulia. Dengan demikian, makna kata tasamuh memiliki keutamaan, karena melambangkan sikap pada kemulian diri dan keikhlasan. Oleh karena itu, toleransi dalam konteks social budaya dan agama yang berarti sikap dan  perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah toleransi beragama dimana penganut mayoritas dalm suatu masyarakat mengizinkan keberadaan agama lainnya.
B.Faktor- faktor  Pendorong adanya toleransi
·         Kondisi  keagamaan dan Kebudayaan Indonesia
Sebelum  Hindu, Budha dan Islam masuk ke Indonesia lewat perdagangan mungkin dari India, orang lokal sudah punya kepercayaan.  Awalnya orang Indonesia percaya animisme dan praktek penyembahan nenek moyang dan roh. Awalnya tugas-tugas sosial dan keagamaan masyarakat pertanian ini dikembangkan di seluruh nusantara dan secara  berangsur-angsur dibentuk sebuah kode perilaku yang menjadi dasar adat atau hukum adat. Ketika Hindu – Budha menyebar di nusantara, hal  ini dilapisi oleh kebudayaan masa kini.
Meskipun Islam menjadi agama yang utama di nusantara, ini sebetulnya karena kemenangan nominal.  Apa yang kita lihat di Indonesia sekarang  merupakan Islam yang dipengaruhi agama Hindu – Budha, adat dan animisme.  Kepercayaan yang tertua masih berlangsung lama, misalnya di Jawa, ada ratuan tempat yang keramat di mana kekuasaan keagamaan dipusatkan. Orang-orang yang melakukan meditasi pergi ke tempat-tempat ini dan di makam orang yang suci, walaupun ada aturan berlawanan dengan menyembah orang yang suci oleh Islam. Tambahan lagi, kepercayaan Kristen juga bergabung dengan kepercayaan keagamaan dan kebiasaan yang asli di Indonesia.
Indonesia dikenal sebagai negara besar ketiga di dunia yang demokratis sekaligus negara besar yang paling banyak orang Islamnya. 
Di samping Islam di Indonesia mendasarkan kebudayaan Indonesia dan Hindu – Budha, ini mempunyai pengaruh atas dinamika sosial dan politik.  Di Indonesia, kebanyakan orang  Islam termasuk dalam organisasi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).  Anggota-anggotanya yang bergabung jumlahnya hampir 60 juta orang. Lewat pendorong dari Asia Foundation, NU dan Muhamaddiyah tersusun dan terlaksanakan program-program dan proyek-proyek, antara lain menguatkan kepemimpinan yang bagus, memberdayakan perempuan, mengembangkan masyarakat, membentuk kembali pendidikan,  dan memajukan toleransi antar-umat beragama.  Mereka membantu proses demokratisasi lewat pendidikan, pemilu dan membantu menjaga pemilihan yang bersih dan damai.   Baru-baru ini,  Islam di sini punya peran atau pengaruh untuk penggulingan sifat kepemimpinan otoriter dan membangun Indonesia yang demokratis dan pluralistiK
C.Analisis terhadap toleransi
Analisis Terhadap Toleransi Dalam Islam Toleransi merupkan sikap terbuka dan mau mengakui adanya berbagai macam  perbedaan, baik dari sisi suku bangsa, warna kulit, bahasa, adat istiadat, budaya, bahasa serta agama, atau yang lebih popular dengan sebutan inklusivisme, pluralism, dan multikultural
isme.
Hal ini sejalar dengan firman Allah SWT yang artinya “hai manusia
sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsabangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal- mengenal.
 Page 3
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantra kamu disisi Allah ialah orang yang paling
taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Alllah maha mengetahui dan maha pengenal.”
Seluruh manusia berada didalam lingkaran “sunnatullah” ayat ini mengindikasi bahwa
Allah SWT menciptakan adanya perbedaan dan penting untuk menghadapi dan menerima  perbedaan-perbedaan itu termasuk dalam hal teologis.
   
      Toleransi antar umat beragama yang  berbeda termasuk ke dalam salah satu kajian penting yang ada dalam system teologi islam. Islam adalah agama yang sempurna dan memiliki sejumlah syarat yang sangat menjujung tinggi sikap toleransi.
·        Firman Allah SWT : Artinya Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.
 Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
 (QS. Al-Baqarah : 256) Seruan ayat tersebut sebatas hanya ditunjukkan untuk orang-orang kafir.
 Jadi, kaum muslimin tidak boleh memaksakan kehendak orang lain (selain islam) untuk masuk kedalam agama islam. Sebab orang kafir dalam hal ini diberikan hak oleh Allah SWT untuk memilih  beriman kepada islam dan berhak pula untuk tidak mengimaninya. Toleransi dalam beragama islam bukan berarti boleh atau bebas menganut agamu tertentu atau dengan bebasnya mengikuti ibadah dan ritualitas semua agama tanpa adanya aturan yang mengikat. Akan tetapi, toleransi beragama harus dipahami sebagai bentuk system dan tata cara peribadatannya dan memberikan kebebasan untuk menjalankan keyakinan agama masing-masing. Sikap penerimaan dan pengakuan terhadap yang lain sebagai ajaran toleransi yang ditawarkan islam, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits maupun ayat Al-
            qur’an
cukup rasional dan praktis. Namun, dalam hubungannya dengan keyakinan (aqidah)            dan ibadah, tidak bisa disamakan dan dicampur adukkan, yang berarti bahwa keyakinan islam kepada Allah SWT tidak sama dengan keyakinan para penganut agama lain terhadap tuhan-tuhan mereka, dan juga tatacara ibadahnya walaupun demikian, islam tetap melarang para  penganutnya mencela tuhan-tuhan dalam agama manapun. Oleh karena itu, kata tasamuh atau toleransi dalam islam bukan sesuatu yang asing, tetapi sudah melekat sebagai ajaran ini.
·        Dalam konteks inilah hadits yang diriwayatkan oleh Al- bukhori  
artinya : agama yang paling dicintai oleh Allah adalah yang lurus yang penuh toleransi, yaitu agama islam.   
D.Kaitan  toleransi dengan sesama muslim
Kaitan Toleransi Dengan Sesama Muslim Berkaitan dengan hubungan toleransi dengan pesaudaraan sesame muslim, dalam hal ini
Allah SWT berfirman : Artinya : orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antar kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah SWT, supaya kamu mendapat rahmat.
 Dalam ayat ini, Allah SWT menyatakan bahwa orang-orang mukmin bersaudara dan memerintahkan untuk melakukan islah ( mendamaikannya untuk perbaikan hubungan) jika seandainya terjadi kesalahpahaman diantara mereka atau kelompok umat islam. Untuk mengembangkan sikap toleransi secara umum, terlebih dahulu dengan menyikapi (pendapat) yang mungkin.
·       Sikap toleransi dimulai dengan cara membangun kebersamaan atau keharmonisan dan menyadari adanya perbedaan dan bahwa semua adalah saudara, maka akan timbul rasa kasih saying, saling pengertian yang pada akhirnya akan bermuara  pada sikap toleran. Dalam konteks pengalaman agama, Al-Quran secara tegas memerintahkan orang-orang mukmin untuk kembali kepada Allah SWT dan sunnahn rasulullah
E. Toleransi Antar Umat Beragama
Toleransi antar umat beragama dapat dimaknai sebagai suatu sikap untuk dapat hidup  bersama masyarakat yang menganut agama lain dengan memiliki kebebasan untuk menjalankan prinsip-prinsip keagamaan (ibadah) masing-masing, tanpa adanya paksaan dan tekanan baik untuk beribadah maupun tidak beribadah dari satu pihak ke pihak lain. Sebagai implementasinya dalam praktik kehidupan social dapat dimulai dari sikap kebersamaan antara penganut keagamaan dalam kehidupan sehari-hari
F.Manfaat toleransi
1.Dapat Terhindar Dari Adanya Perpecahan Antar Umat Beragama 
2. Dapat Mempererat Tali silaturahmi
3.Pembangunan Negara akan lebih Terjamin dalam Pelaksanaanya
4.Mempertebal keimanan

Sumber : www.academia.edu/7522137/makalah -toleransi-beragama 
 

SIKAP TOLERANSI DALAM KEHIDUPAN BERAGAMA

KITA hidup dalam negara yang penuh keragaman, baik dari suku, agama, maupun budaya. Untuk hidup damai dan berdampingan, tentu dibutuhkan toleransi satu sama lain.
 Toleransi adalah perilaku terbuka dan menghargai segala perbedaan yang ada dengan sesama. Biasanya orang bertoleransi terhadap perbedaan kebudayaan dan agama. Namun, konsep toleransi ini juga bisa diaplikasikan untuk perbedaan jenis kelamin, anakanak dengan gangguan fisik maupun intelektual dan perbedaan lainnya.
Toleransi juga berarti menghormati dan belajar dari orang lain, menghargai perbedaan, menjembatani kesenjangan budaya, menolak stereotip yang tidak adil, sehingga tercapai kesamaan sikap dan Toleransi juga adalah istilah dalam konteks sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah toleransi beragama, dimana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat mengizinkan keberadaan agama-agama lainnya.Istilah toleransi juga digunakan dengan menggunakan definisi "kelompok" yang lebih luas, misalnya partai politik, orientasi seksual, dan lain-lain
Ada tiga macam sikap toleransi, yaitu:
a.       Negatif : Isi ajaran dan penganutnya tidak dihargai. Isi ajaran dan penganutnya hanya dibiarkan saja karena dalam keadaan terpaksa.
Contoh : PKI atau orang-orang yang beraliran komunis di Indonesia pada zaman Indonesia baru merdeka.
b.      Positif : Isi ajaran ditolak, tetapi penganutnya diterima serta dihargai.
Contoh : Anda beragama Islam wajib hukumnya menolak ajaran agama lain didasari oleh keyakinan pada ajaran agama Anda, tetapi penganutnya atau manusianya Anda hargai.
c.       Ekumenis : Isi ajaran serta penganutnya dihargai, karena dalam ajaran mereka itu terdapat unsur-unsur kebenaran yang berguna untuk memperdalam pendirian dan kepercayaan sendiri.
Contoh :  Anda dengan teman Anda sama-sama beragama Islam atau Kristen tetapi
berbeda aliran atau paham.
MARILAH kita renungkan dan amati suasana peri kehidupan bangsa Indonesia. Kita harus merasa bangga akan tanah air kita dan juga kita harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kita telah dikaruniai tanah air yang indah dengan aneka ragam kekayaan alam yang berlimpah ditambah lagi beraneka ragam suku, ras, adat istiadat, budaya, bahasa, serta agama dan lain-lainnya. Kondisi bangsa Indonesia yang pluralistis menimbulkan permasalahan tersendiri, seperti masalah Agama, paham separatisme, tawuran ataupun kesenjangan sosial. Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, kerukunan hidup antar umat beragama harus selalu dijaga dan dibina. Kita tidak ingin bangsa Indonesia terpecah belah saling bermusuhan satu sama lain karena masalah agama.Toleransi antar umat beragama bila kita bina dengan baik akan dapat menumbuhkan sikap hormat menghormati antar pemeluk agama sehingga tercipta suasana yang tenang, damai dan tenteram dalam kehidupan beragama termasuk dalam melaksanakan ibadat sesuai dengan agama dan keyakinannya Melalui toleransi diharapkan terwujud ketenangan, ketertiban serta keaktifan menjalankan ibadah menurut agama dan keyakinan masing-masing. Dengan sikap saling menghargai dan saling menghormati itu akan terbina peri kehidupan yang rukun, tertib, dan damai.
Contoh pelaksanaan toleransi antara umat beragama dapat kita lihat seperti:
·         Membangun jembatan,
·         Memperbaiki tempat-tempat umum,
·         Membantu orang yang kena musibah banjir,
·         Membantu korban kecelakaan lalu-lintas.
Jadi, bentuk kerjasama ini harus kita wujudkan dalam kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakatan dan tidak menyinggung keyakinan agama masing-masing. Kita sebagai umat beragama berkewajiban menahan diri untuk tidak menyinggung perasaan umat beragama yang lain. Hidup rukun dan bertoleransi tidak berarti bahwa agama yang satu dan agama yang lainnya dicampuradukkan. Jadi sekali lagi melalui toleransi ini diharapkan terwujud ketenangan, ketertiban, serta keaktifan menjalankan ibadah menurut agama dan keyakinan masing-masing. Dengan sikap saling menghargai dan saling menghormati itu, akan terbina peri kehidupan yang rukun, tertib, dan damai. Dalam kehidupan sehari-hari Anda, apakah contoh-contoh toleransi antar umat beragama seperti diuraikan di atas telah Anda lakukan? Jika Anda telah melakukannya berarti Anda telah berperilaku toleran dan saling menghargai. Tetapi jika Anda tidak melakukannya berarti Anda tidak toleran dan tidak saling menghargai. Sikap seperti itu harus dijauhi.
Toleransi dalam berbagai kehidupan.
Dunia sekarang sedang  diuji oleh kelaparan dan kemiskinan dari satu segi dan di segi lain dengan penghamburan kekayaan dan kesombongan. Banyak manusia saat ini sudah lupa akan peristiwa sejarah masa lalu yang kelam, dunia dirusak oleh manusia-manusia yang serakah. Contoh seperti Perang Dunia I, Perang Dunia II. Pada tanggal 11 September 2001, dunia dikejutkan kembali oleh sebuah peristiwa yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia, yaitu peristiwa pemboman gedung WTC di Amerika. Tetapi yang anehnya lagi sungguh suatu perbuatan yang tidak berperi kemanusiaan yaitu negara Amerika beserta sekutunya menyerang Afganistan yang banyak menelan korban penduduk sipil tak berdosa. Lalu bagaimana dengan negeri kita Indonesia? Masihkah Anda ingat yaitu peristiwa yang memalukan bangsa kita, yang seharusnya tidak perlu terjadi. Negara dan bangsa Indonesia pernah digoncang oleh perpecahan yang berawal dari kemajemukan masyarakat. Di dalam kemajemukan itu ada kelompok-kelompok tertentu yang mau memisahkan diri dari negara kesatuan. Konflik-konflik tersebut dapat terjadi karena satu faktor perbedaan, misalnya faktor agama. Namun tidak jarang perpecahan itu disebabkan oleh beberapa faktor secara bersama, misalnya kerusuhan ras yang ditunjang oleh perbedaan kondisi ekonomi, agama, dan budaya. Cobalah Anda renungkan mengapa terjadi peristiwa perkelahian, tawuran bahkan permusuhan antar etnis di negeri kita. Contoh di Aceh, peristiwa di Sampit, Sambas, Ambon dan lain-lainnya yang kalau ditulis sungguh memalukan dan memilukan hati dan perasaan kita. Dari contoh peristiwa yang tidak semuanya disebutkan itu, bagaimana menurut pendapat Anda? Pasti Anda tidak menghendaki peristiwa itu terjadi bukan? Karena peristiwa itu apapun alasannya yang pasti akan menghancurkan masa depan anak-anak bangsa, martabat serta harga diri bangsa. Kita tidak ingin bangsa Indonesia terpecah-pecah saling bermusuhan satu sama lain karena masalah agama. Kita ingin hidup tertib, aman, dan damai, saling menghormati dan saling menghargai agama dan keyakinan masing-masing. Untuk itu kita harus dapat menciptakan kehidupan umat beragama yang serasi, selaras, dan seimbang, sebagai umat beragama, sebagai masyarakat maupun warga negara.
Di era reformasi menuju Indonesia baru mari kita berupaya semakin meningkatkan kualitas hidup. Salah satunya adalah bagaimana seharusnya kita bina atau menjalin hubungan toleransi dengan benar. Kita perlu dan wajib membina dan menjalin kehidupan yang penuh dengan toleransi. Apalagi kita sebagai manusia, secara kodrat tidak bisa hidup sendiri. Hal ini berarti seseorang tidak hidup sendirian, tetapi ia berteman, bertetangga, bahkan ajaran agama mengatakan kita tidak boleh membedakan warna kulit, ras, dan golongan. Sikap dan perilaku toleransi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, di manapun kita berada, baik di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, bahkan berbangsa dan bernegara.
Di bawah ini saya akan memberikan contoh-contoh pengamalan toleransi dalam berbagai
aspek kehidupan.
Dalam Kehidupan Sekolah
Sama halnya dengan kehidupan keluarga. Kehidupan sekolah pun dibutuhkan adanya toleransi baik antara kepala sekolah dengan guru, guru dengan guru, kepala sekolah dengan murid, guru dengan murid maupun murid dengan murid. Toleransi tersebut dibutuhkan untuk terciptanya proses pembelajaran yang kondusif, sehingga tujuan dari pendidikan persekolahan dapat tercapai.
Adapun contoh-contoh toleransi dalam kehidupan sekolah antara lain:
a. Mematuhi tata tertib sekolah.
b. Saling menyayangi dan menghormati sesama pelajar.
c. Berkata yang sopan, tidak berbicara kotor, atau menyinggung perasaan orang
lain.
Dalam Kehidupan di Masyarakat
Cobalah Anda renungkan dan Anda sadari mengapa terjadi peristiwa seperti tawuran antar pelajar di kota-kota besar, tawuran antar warga, peristiwa atau pertikaian antar agama dan antar etnis dan lain sebagainya. Peristiwa-peristiwa tersebut merupakan cerminan dari kurangnya toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Jadi toleransi dalam kehidupan di masyarakat antara lain, yaitu:
a. Adanya sikap saling menghormati dan menghargai antara pemeluk agama.
b. Tidak membeda-bedakan suku, ras atau golongan.
Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Kehidupan berbangsa dan bernegara pada hakikatnya merupakan kehidupan masyarakat bangsa. Di dalamnya terdapat kehidupan berbagai macam pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda. Demikian pula di dalamnya terdapat berbagai kehidupan antar suku bangsa yang berbeda. Namun demikian perbedaan-perbedaan kehidupan tersebut tidak menjadikan bangsa ini tercerai-berai, akan tetapi justru menjadi kemajemukan kehidupan sebagai suatu bangsa dan Negara Indonesia. Oleh karena itu kehidupan tersebut perlu tetap dipelihara agar tidak terjadi disintegrasi bangsa.
Adapun toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara antara lain:
a. Merasa senasib sepenanggungan.
b. Menciptakan persatuan dan kesatuan, rasa kebangsaan atau nasionalisme.
c. Mengakui dan menghargai hak asasi manusia.
KONSELOR : Dalam mengembangkan sikap Toleransis siswa :Menugaskan siswa Untuk :
Mengunjungi teman sakit
Manusia adalah insan sosial. Dengan demikian ia tidak bisa berdiri sendiri, satusama lainnya saling membutuhkan. Manusia yang satu dengan lainnya mempunyai corak yang berbeda, kendati demikian kedua-duanya mempunyai kepentingan yang sama dalam menjalani kehidupannya. Dalam mengejar kepentingan ada norma atau etika manusia sebagai makhluk yang berbudaya. Contohnya manusia bergaul dengan sesamanya. Manusia harus bergaul, sebab pergaulan amat penting dan dibutuhkan, tanpa ini manusia belum lengkap menjalankan kehidupannya. Dengan lain perkataan manusia tidak dapat hidup sendiri tetapi manusia harus bersatu. Pada uraian berikut ini saya akan menjelaskan kepada Anda apa yang seharusnya kita lakukan atau perbuat jika kita mengunjungi teman yang sedang sakit. Saya yakin Anda pasti sudah mengetahui bagaimana cara menjenguk orang sakit, dan apa yang harus dilakukan ketika menjenguk teman yang sedang sakit. Bila ada teman yang sedang sakit, sebaiknya yang Anda lakukan adalah:
·         Meluangkan waktu untuk menjenguknya, apalagi kalau kenal dengan anggota keluarga yang lain. Sebab suasana itu akan membantu serta menghibur mereka.
·         Sewaktu Anda menjenguk teman yang sedang sakit, ada kemungkinan akan bertemu dengan kenalan yang sudah lama tidak saling bertemu. Seandainya ini terjadi, Anda harus tetap sadar dan dapat menahan diri. Jangan sampai pertemuan Anda dengan teman Anda sampai menciptakan kesan terlalu berisik atau gembira. Sebabnya mungkin teman Anda sakitnya parah atau koma. Ciptakanlah suasana yang tenang.
·         Hiburlah dengan kata-kata yang halus dan lembut. Berusahalah agar jangan ikut menangis, apalagi meratap. Bila keluarga yang bersangkutan tidak dapat menghentikan tangisnya, biarkan mereka menangis tapi ingatkan jangan sampai meratap.
·         Jika tidak datang atau ingin mengucapkan sesuatu dengan kata-kata, jangan Anda menulis atau mengucapkan kata “Selamat”. Contoh “Selamat Berduka”. Seharusnya yang kita ucapkan adalah “Turut bersedih”, mudah-mudahan lekas sembuh. Tetapi teman yang sakit akhirnya meninggal dunia, maka ucapkanlah kata “Turut berdukacita”. Itu tandanya Anda turut merasakan kesedihan yang sedang diderita orang itu bukan malah mengucapkan selamat.
·         Seandainya menurut kebiasaan atau budaya Anda bila menjenguk teman sakit tidak pantas kalau tidak membawa sesuatu, misalkan buah-buahan atau apa saja, boleh dibawa atau diberikan sepanjang tidak merugikan atau merepotkan Anda. Yang paling penting adalah kerelaan atau keikhlasannya.
Membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan.
Pernahkah Anda merasa sendiri dan kesepian? Saya yakin Anda tidak pernah merasa kesepian dan kesusahan dalam hidup bukan? Sekarang perhatikanlah kembali uraian berikut ini. Manusia hanya akan mempunyai arti apabila hidup bersama-sama dengan manusia lainnya di dalam masyarakat. Seperti yang saya jelaskan tadi, memang sulit dibayangkan apabila manusia hidup menyendiri tanpa berhubungan dan bergaul dengan manusia lainnya. Bagaimana kalau kita sakit, atau rumah kita kebakaran atau musibah lain yang kita tidak ketahui kapan datang dan perginya. Oleh sebab itu mari kita hidup bermasyarakat, bekerjasama tolong menolong bahkan harus bersikap toleran dalam berbagai aspek kehidupan. Tentu Anda dapat memberikan contoh tentang hal itu, seperti misalnya ada seorang pengemis ke rumah Anda, Anda memberinya dengan ikhlas. Ada teman Anda yang meminjam pensil Anda dengan ikhlas memberikannya. Jika Anda melakukan semua itu berarti pola kehidupan tersebut telah Anda pahami dan Anda laksanakan.
Manfaat Toleransi Hidup Beragama
·         Menghindari Terjadinya Perpecahan
Bersikap toleran merupakan solusi agar tidak terjadi perpecahan dalam mengamalkan agama. Sikap bertoleransi harus menjadi suatu kesadaran pribadi yang selalu dibiasakan dalam wujud interaksi sosial. Toleransi dalam kehidupan beragama menjadi sangat mutlak adanya dengan eksisnya berbagai agama samawi maupun agama ardli dalam kehidupan umat manusia ini.
·         Memperkokoh Silaturahmi dan Menerima Perbedaan
Salah satu wujud dari toleransi hidup beragama adalah menjalin dan memperkokoh tali silaturahmi antarumat beragama dan menjaga hubungan yang baik dengan manusia lainnya. Pada umumnya, manusia tidak dapat menerima perbedaan antara sesamanya, perbedaan dijadikan alasan untuk bertentangan satu sama lainnya. Perbedaan agama merupakan salah satu faktor penyebab utama adanya konflik antar sesama manusia.
Merajut hubungan damai antar penganut agama hanya bisa dimungkinkan jika masing-masing pihak menghargai pihak lain. Mengembangkan sikap toleransi beragama, bahwa setiap penganut agama boleh menjalankan ajaran dan ritual agamanya dengan bebas dan tanpa tekanan. Oleh karena itu, hendaknya toleransi beragama kita jadikan kekuatan untuk memperkokoh silaturahmi dan menerima adanya perbedaan. Dengan ini, akan terwujud perdamaian, ketentraman, dan kesejahteraan.
KESIMPULAN
·         Bangsa Indonesia terdiri dari bermacam-macam suku yang mempunyai kebudayaan sendiri-sendiri, pemeluk agama dan menganut kepercayaan yang berbeda-beda.
·         Kita perlu membina persatuan dan kesatuan dalam wadah Negara Kesatuan RI dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.
·         Masyarakat Indonesia memeluk agama dan keyakinan yang berbeda-beda, akan tetapi semua agama mengajarkan kepada setiap umatnya untuk saling menghormati, bekerja sama serta sikap toleransi agar dapat terciptanya kerukunan hidup.
·         Konsekuensi toleransi hidup beragama adalah setiap pemeluk agama menganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan bersikap saling terbuka untuk bekerjasama dan saling bantu dalam usaha-usaha pembangunan di segala bidang.
·         Secara kodrati manusia di samping mempunyai kekuatan, juga dilengkapi dengan kelemahan-kelemahan, selain mempunyai kemampuan juga keterbatasan. Manusia memiliki sifat yang baik dan sifat yang kurang baik. Demi kelangsungan dan kesejahteraan hidupnya manusia perlu mendapat bantuan atau bekerjasama dengan manusia lain dalam masyarakat, sebab itu manusia hanya akan mempunyai arti apabila hidup bersama-sama dengan manusia lainnya di dalam masyarakat. 
DAFTAR PUSTAKA
Dewi Motik P, Toleransi dan cara Bergaul, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan,1997.
Google.com
Id.wikipedia.org/wiki/Toleransi.
okezone.com//Toleransi beragama
Poejawidjadna, Etika, Filsafat, Tingkah Laku,Toleransi. Bina Aksara, Jakarta; 1982
 

Toleransi Antar Umat Beragama

Toleransi Antar Umat Beragama - Manusia merupakan makhluk individu sekaligus juga sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial manusia diwajibkan mampu berinteraksi dengan individu / manusia lain dalam rangka memenuhi kebutuhan. Dalam menjalani kehidupan sosial dalam masyarakat, seorang individu akan dihadapkan dengan kelompok-kelompok yang berbeda dengannya salah satunya adalah perbedaan kepercayaan / agama.
Dalam menjalani kehidupan sosial tidak bisa dipungkiri akan ada gesekan-gesekan yang akan dapat terjadi antar kelompok masyarakat, baik yang berkaitan dengan agama atau ras. Dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan dalam masyarakat maka diperlukan sikap saling menghargai dan menghormati, sehingga tidak terjadi gesekan-gesekan yang dapat menimbulkan pertikaian.
Dalam pembukaaan UUD 1945 pasal 29 ayat 2 telah disebutkan bahwa "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya sendiri-sendiri dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya" Sehigga kita sebagai warga Negara sudah sewajarnya saling menghormati antar hak dan kewajiban yang ada diantara kita demi menjaga keutuhan Negara dan menjunjung tinggi sikap saling toleransi antar umat beragama.
Arti dan Makna Toleransi
Toleransi berasal dari bahasa latin dari kata "Tolerare" yang berarti dengan sabar membiarkan sesuatu. Jadi pengertian toleransi secara luas adalah suatu perilaku atau sikap manusia yang tidak menyimpang dari aturan, dimana seseorang menghormati atau menghargai setiap tindakan yang dilakukan orang lain.
Toleransi juga dapat dikatakan istilah pada konteks agama dan sosial budaya yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap golongan-golongan yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas pada suatu masyarakat. Misalnya toleransi beragama dimana penganut Agama mayoritas dalam sebuah masyarakat mengizinkan keberadaan agama minoritas lainnya. Jadi toleransi antar umat beragama berarti suatu sikap manusia sebagai umat yang beragama dan mempunyai keyakinan, untuk menghormati dan menghargai manusia yang beragama lain.
Baca Juga: Sejarah Pembentukan (Lahirnya) UUD 1945
Istilah toleransi juga dapat digunakan dengan menggunakan definisi "golongan / Kelompok" yang lebih luas, misalnya orientasi seksual, partai politik, dan lain-lain. Sampai sekarang masih banyak kontroversi serta kritik mengenai prinsip-prinsip toleransi baik dari kaum konservatif atau liberal.
Pada sila pertama dalam Pancasila, disebutkan bahwa bertaqwa kepada tuhan menurut agama dan kepercayaan masing-masing merupakan hal yang mutlak. Karena Semua agama menghargai manusia oleh karena itu semua umat beragama juga harus saling menghargai. Sehingga terbina kerukunan hidup anatar umat beragama.
Contoh Perwujutan Toleransi Beragama:
Memahami setiap perbedaan.
Sikap saling tolong menolong antar sesama umat yang tidak membedakan suku, agama, budaya maupun ras.
Rasa saling menghormati serta menghargai antar sesama umat manusia.
Contoh pelaksanaan Toleransi Beragama:
Memperbaiki tempat-tempat umum
Kerja bakti membersihkan jalan desa
Membantu korban kecelakaan lalu-lintas.
Menolong orang yang terkena musibah atau bencana alam
Jadi, bentuk kerjasama ini harus kita praktekkan dalam kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakatan serta tidak menyinggung keyakinan pemeluk agama lain. melalui toleransi diharapkan terwujud ketertiban, ketenangan dan keaktifan dalam menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing..
Toleransi Umat Beragama di Indonesia
Pandangan ini muncul dilatarbelakangi oleh semakin meruncingnya hubungan antar umat beragama di indonesia. Penyebab munculnya ketegangan antar umat beragama tersebut antara lain:
Kurangnya pengetahuan para pemeluk agama akan agamanya sendiri dan agama pihak lain.
Kaburnya batas antara sikap memegang teguh keyakinan agama dan toleransi dalam kehidupan masyarakat.
Sifat dari setiap agama, yang mengandung misi dakwah dan tugas dakwah.
Kurangnya saling pengertian dalam menghadapi masalah perbedaan pendapat.
Para pemeluk agama tidak mampu mengontrol diri, sehingga tidak menghormati bahkan memandang randah agama lain.
Kecurigaan terhadap pihak lain, baik antar umat beragama, intern umat beragama, atau antara umat beragama dengan pemerintah.
Pluralitas agama hanya dapat dicapai seandainya masing-masing kelompok bersikap lapang dada satu sama lain. Sikap lapang dada dalam kehidupan beragama akan memiliki makna bagi kemajuan dan kehidupan masyarakat plural, apabila ia diwujudkan dalam:
Sikap saling mempercayai atas itikad baik golongan agama lain.
Sikap saling menghormati hak orang lain yang menganut ajaran agamanya.
Sikap saling menahan diri terhadap ajaran, keyakinan dan kebiasan kelompok agama lain yang berbeda, yang mungkin berlawanan dengan ajaran, keyakinan dan kebiasaan sendiri.
Contoh Toleransi Umat Beragama dalam Kehidupan Nyata
Toleransi antarumat beragama antara pemeluk Agama Islam dan Kristen di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan dan Masjid Al Hikmah, Serengan, Kota Solo, Jateng. yang tercipta sejak dahulu.
"Dua bangunan tersebut berdampingan serta memiliki alamat yang sama, yaitu di Jalan Gatot Subroto Nomor 222, Solo,"
Namun Perbedaan keyakinan tidak menyurutkan semangat pemeluk Kristen dan Islam setempat untuk saling menjaga kerukunan, menghormati dan mengembangkan sikap toleransi. Bangunan Masjid Al Hikmah didirikan pada tahun 1947 sedangkan GKJ Joyodingratan didirikan 10 tahun sebelumnya atau sekitar 1937. namun Toleransi antarumat beragama telah tercipta sejak lama disini.
Baca Juga: Uniknya Bandara Gibraltar, miliki Jalan Raya Ditengah Landasan Pacu
Misalnya saat pelaksanaan Idul Fitri yang jatuh pada Minggu. Pengelola gereja langsung menelepon pengurus masjid untuk menanyakan soal kepastian perayaan Idul Fitri. Kemudian pengurus gereja merubah jadwal ibadah paginya pada Minggu menjadi siang hari, agar tidak mengganggu umat Islam yang sedang menjalankan shalat Idul Fitri.
Contoh lainnya adalah pengurus masjid selalu membolehkan halaman Masjid untuk parkir kendaraan bagi umat kristiani GKJ Joyoningratan saat ibadah Paskah maupun Natal.

hal tersebut merupakan contoh kecil toleransi antarumat beragama yang hingga saat ini terus dipelihara. Baik pihak gereja maupun Pihak masjid, saling menghargai dan memberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah dengan khusyuk dan lancar bagi masih-masing pemeluknya. seandainya terdapat oknum tertentu yang akan mengusik kerukunan antar umat beragama di tempat tersebut, baik pihak masjid maupaun gereja akan bergabung untuk mencegahnya.